Minggu, 30 Juli 2017

Pemetaan ER KE Relasional

PEMETAAN ER KE RELASIONAL


Skema relasional yang ditunjukan dalam Gambar 2 diperoleh dari skema ER pada Gambar 1 dengan mengikuti prosedur pemetaan umum. Untuk ilustrasi tiap langkah akan dipakai contoh skema PERUSAHAAN. Ingat bahwa konsep penting dari model E-R adalah tipe entitas (regular dan lemah), tipe relationship dengan derajat-derajat yang berbeda (unari, binary, dan ternary), atribut-atribut (sederhana, bernilai banyak, dan komposit).






Gambar 1: Diagram E-R Database PERUSAHAAN


Skema relasional yang ditunjukan dalam Gambar 2 diperoleh dari diagram E-R pada Gambar 1 dengan mengikuti prosedur pemetaan umum. Untuk ilustrasi tiap langkah akan dipakai contoh skema PERUSAHAAN.



Langkah 1: Untuk setiap tipe entitas regular E dalam skema ER, kita membuat suatu relasi R dengan memasukan semua atribut sederhana yang ada pada E. Untuk atribut komposit kita memasukan komponen-komponen sederhana dari atribut komposit tersebut. Kita memilih satu dari atribut-atribut kunci atau key dari E sebagai kunci utama atau primary key dari E. Jika kunci E yang terpilih komposit maka kumpulan atribut sederhana yang membentuknya akan secara bersama-sama membentuk kunci utama R.

Pada contoh ini, kita membuat relasi PEGAWAI, DEPARTEMEN, dan PROYEK dalam Gambar 2 bersesuaian dengan tipe entitas regular PEGAWAI, DEPARTEMEN, dan PROYEK. Kita memilih NoPeg, NoDep, dan NoPro sebagai kunci utama berturut-turut untuk relasi PEGAWAI, DEPARTEMEN, dan PROYEK.


PEGAWAI
[NamaPeg, NoPeg, TglLhr, Jk, Alamat, Gaji]
                       k.u

DEPARTEMEN
[NamaDep, NoDep]
                       k.u        

PROYEK
[NamaPro, NoPro, Lokasi]
                      k.u

Langkah 2: Untuk setiap tipe entitas lemah L dalam diagram ER dengan tipe entitas pemilik E, kita membuat suatu relasi R dan memasukan semua atribut sederhana (atau komponen-komponen sederhana dari atribut komposit) dari L sebagai atribut-atribut R. Disamping itu, kita memasukan sebagai atribut kunci asing atau foreign key dari R, atribut kunci utama dari relasi yang bersesuaian dengan tipe entitas pemilik E. Ini untuk mengatasi identifikasi tipe relationship L. Kunci utama dari R ialah kombinasi dari kunci utama dari pemilik dan kunci parsial dari tipe entitas lemah L.

Pada contoh, kita membuat relasi TANGGUNGAN pada langkah ke-2 ini bersesuaian dengan tipe entitas lemah TANGGUNGAN. Kita memasukan kunci utama relasi PEGAWAI – bersesuaian dengan tipe entitas pemilik – sebagai atribut TANGGUNGAN. Kunci utama dari relasi TANGGUNGAN ialah kombinasi [NoPeg,NamaTanggungan] karena NamaTanggungan merupakan kunci parsial dari TANGGUNGAN.

TANGGUNGAN
[NoPeg, NamaTanggungan, Jk, TglLhr, Hubungan]
                          k.u

Langkah 3: Untuk setiap relationship bineri 1:1 R dalam skema ER, kita mengidentifikasi relasi S dan T yang bersesuaian dengan tipe-tipe entitas yang berpartisipasi dalam R. Kita memilih satu relasi, misal S, dan memasukan kunci utama dari T sebagai kunci asing dalam S. Lebih baik memilih relasi dengan partisipasi obligasi dalam R. Kita memasukan semua atribut sederhana (atau komponen-komponen sederhana dari atribut komposit) dari tipe relationship biner 1:1 R sebagai atribut-atribut S.

Pada contoh, kita memetakan tipe relationship 1:1 MENGELOLA dari Gambar 1 dengan memilih tipe entitas DEPARTEMEN berperan sebagai S karena partisipasinya obligasi dalam relationship MENGELOLA (yakni, setiap departemen memiliki manajer). Kita memasukan kunci utama dari relasi PEGAWAI sebagai kunci asing dalam relasi DEPARTEMEN dan memberi nama ulang atribut ini menjadi NoPegMjr. Kita juga memasukan atribut sederhana TglMulai dari tipe relationship MENGELOLA ke dalam relasi DEPARTEMEN dan memberi nama ulang atribut ini menjadi TglMulaiMjr, sehingga relasi DEPARTEMEN menjadi

DEPARTEMEN
[NamaDep, NoDep, NoPegMjr, TglMulaiMjr]
                        k.u       k.a

Perhatikan bahwa pemetaan alternatif untuk suatu tipe relationship 1:1 ialah dengan menggabungkan dua tipe entitas dan relationship menjadi satu relasi. Hal ini tepat ketika kedua tipe entitas memiliki partisipasi obligasi dan ketika tipe-tipe entitas ini tidak berpartisipasi dengan tipe relationship yang lainnya.  

Langkah 4: Untuk setiap tipe relationship biner 1:n regular (bukan lemah) R, kita mengidentifikasi relasi S yang merepresentasi tipe entitas pada sisi-N dari tipe relationship tersebut. Kita memasukan sebagai kunci asing, kunci utama dari relasi T yang merepresentasi tipe entitas lainnya yang berpartisipasi dalam R. Ini karena tipa instansi entitas pada sisi-N terhubung ke paling banyak satu instansi entitas pada sisi-1 dari tipe relationship.

Sebagai contoh, pada tipe relationship 1:N BEKERJA_UNTUK, tiap pegawai terhubung ke satu departemen. Kita memasukan atribut-atribut sederhana (atau komponen-komponen sederhana dari atribut komposit) dari tipe relationship 1:N sebagai atribut-atribut S.

Sekarang kita memetakan tipe relationship 1:N BEKERJA_UNTUK dan SUPERVISI dari Gambar 1. Untuk BEKERJA_UNTUK kita memasukan kunci utama dari relasi DEPARTEMEN sebagai kunci asing dalam relasi PEGAWAI dan memberinya nama NomorDep. Untuk SUPERVISI kita memasukan kunci utama dari relasi PEGAWAI sebagai kunci asing dalam relasi PEGAWAI itu sendiri dan memberinya nama NoPegSpv. Relationship KONTROL dipetakan dengan cara yang sama. Relasi PEGAWAI menjadi

PEGAWAI
[NamaPeg, NoPeg, TglLhr, Jk, Alamat, Gaji, NomorDep, NoPegSpv]
                         k.u                                             k.a                 k.a

Langkah 5: Untuk tiap relationship biner M:N R, kita membuat suatu relasi baru S untuk merepresentasi R. Kita memasukan, sebagai atribut kunci asing dari S, kunci utama dari relasi-relasi yang merepresentasi partisipasi tipe-tipe entitas. Kombinasi kunci-kunci  utama ini membentuk kunci utama dari S. Kita juga memasukan atribut-atribut sederhana (atau komponen-komponen sederhana dari atribut komposit) sebagai atribut-atribut S.    

Perhatikan bahwa kita tidak dapat merepresentasikan suatu tipe relationship lemah dengan satu atribut kunci asing pada satu dari relasi-relasi yang turut serta dalam relationship – seperti kita lakukan untuk tipe relationship 1:1 atau 1:N – karena kardinalitas M:N.

Pada contoh kasus ini kita memetakan tipe relationship M:N BEKERJA_PADA dari Gambar 1 dengan membuat relasi BEKERJA_PADA. Kita memasukan kunci utama dari relasi PROYEK dan PEGAWAI sebagai kunci asing dalam BEKERJA_PADA dan menamakan kembali masing-masing menjadi NoProyek dan NomorPeg. Kita juga memasukan atribut JamKerja dalam BEKERJA_PADA. Kunci utama dari relasi BEKERJA_PADA ialah kombinasi atribut-atribut kunci asing (NoP, NoProyek).

BEKERJA_PADA
  k.a           k.a
[NoP, NoProyek, JamKerja]
            k.u

Amati bahwa kita selalu dapat memetakan relationship 1:1 atau 1:N dengan cara yang sama dengan relationship M:N. Alternatif ini khusus bermanfaat ketika terdapat sedikit instansi relationship dan menghindari nilai null pada kunci asing.

Langkah 6: Untuk tiap atribut bernilai banyak A, kita membuat suatu relasi baru R yang memasukan suatu atribut yang bersesuaian dengan A ditambah atribut kunci utama K dari relasi yang merepresentasi tipe entitas atau tipe relationship yang memiliki A sebagai atribut. Kunci utama dari R adalah kombinasi A dan K. Jika atribut bernilai banyak ini komposit, kita memasukan komponen-komponen sederhananya.


Pada contoh, kita membuat relasi LOKASI_DEP. Atribut Lokasi merepresentasi atribut bernilai banyak Lokasi dari DEPARTEMEN, sementara NoDep – sebagai kunci asing – merepresentasi kunci utama dari relasi DEPARTEMEN. Kunci utama dari LOKASI_DEP ialah kombinasi dari (NoDep, Lokasi). Tupel terpisah akan muncul untuk setiap lokasi yang dimiliki oleh suatu departemen.

LOKASI_DEP
 [NoDep, Lokasi]
            k.u


Keseluruhan hasil pemetaan database PERUSAHAAN menjadi sebagai berikut:

PEGAWAI
[NamaPeg, NoPeg, TglLhr, Jk, Alamat, Gaji, NomorDep, NoPegSpv]
                       k.u                                                k.a                 k.a

DEPARTEMEN
[NamaDep, NoDep, NoPegMjr, TglMulaiMjr]
                        k.u       k.a

PROYEK
[NamaPro, NoPro, Lokasi, NoDep]
                      k.u                    k.a         

LOKASI_DEP
 [NoDep, Lokasi]
            k.u

BEKERJA_PADA
  k.a           k.a
[NoP, NoProyek, JamKerja]
            k.u

TANGGUNGAN
[NoPeg, NamaTanggungan, Jk, TglLhr, Hubungan]
                          k.u


Read More

Sabtu, 29 Juli 2017

PROFESI DI BIDANG TI






PROFESI DI BIDANG TI

1)  System Analyst
2)  Programmer
3)  IT Help Desk
4)  IT Project Manager
5)  Database Designer
6)  Network Engineering
7)  Quality Asurance
8)  WEB Programmer
9)  Technical Support dll



TUGAS-TUGAS PROFESI TI

1. OPERATOR

dalam hal ini operator komputer, mempunyai tugas mengoperasikan komputer dan peralatan pendukung lainnya. Adapun operator yang mempunyai tugas dalam pemasukkan data biasa disebut operator entri data (data entry operator).

2. SISTEM ANALIS

mempunyai tugas sebagai antarmuka antara pemakai sistem dengan sistem informasi. Dialah yang bertanggung jawab  menterjemahkan kebutuhan user menjadi sebuah rancangan basis data dan aplikasi.

3. PROGRAMMER

Mempunyai tugas dalam merancang aplikasi yang dipakai dalam sistem informasi. Aplikasi yang dibuat didasarkan pada spesifikasi yang dibuat oleh Sistem Analis

4. ADMINISTRASI DATABASE (DBA)

Bertanggung jawab terhadap struktur data dalam basis data yang digunakan dalam organisasi. Dialah yang berperan dalam mendefinisikan standar data.

5. SPECIALIS KOMUNIKASI DATA

Bertanggung jawab terhadap masalah komunikasi data dan jaringan komputer. Dialah yang berperan membuat komunikasi  2 komputer dapat saling  mengirimkan data.

6. TEKNISI PERAWATAN SISTEM

Bertanggung jawab  terhadap kelangsungan operasional dari perangkat keras. Jika terjadi kerusakan pada komputer atau printer dan peripheral lainnya, maka dialah yang  harus melakukan perbaikan. Seringkali teknisi tersebut disebut  “Technical Support”.

7. WEBMASTER

Personil yang bertanggung jawab  terhadap isi halaman web yang dimiliki oleh  perusahaan.

8. AUDITOR EDP

Personil yang bertanggung jawab  untuk  memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputer memenuhi azas-azas akuntansi dan proses audit sehingga keamanan data dalam sistem terjamin

STANDAR PROFESI TI

1. SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)
Sejak Januari 2005 SKKNI sektor TIK untuk operator dan programmer disahkan.  Operator = 27 point, Programmer = 91 point
2. Sertifikasi Internasional
Oracle, Microsoft, CISCO, SUN MicroSystem,  dsb.
3. LSP Telematika
Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika (Telekomunikasi, Multimedia & Informatika)

Sertifikasi International profesi dibidang TI

1) MCSA (Microsoft Certified System Administrator)
2) MCSE (Microsoft Certified System Engineering)
3) MCSD (Microsoft Certified System Developer)
4) OCA (Oracle Certified Associate)
5) OCP (Oracle Certified Profesional)
6) CCNA (Certified CISCO Network Administrator)
7) CCNE (Certified CISCO Network Engineering)

 Karir Bidang TI berdasarkan  Program Studi

1.  Sistem Informasi

     System Analyst, Business Analyst, Web Designer, Web Programmer
     Web Administrator, EDP Manager, System Auditor, Software Director, IT Help Desk,
     Operator, Sales,  etc.

2.  Teknik Informatika

     Programmer, Technical Consultant, IT Project Manager,
     Network Engineer, Database Administrator, Quality Asurance, Technical support,
     System Architect, Network Manager etc.


Read More

CIRI-CIRI PROFESI





CIRI-CIRI PROFESI

1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya  setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi  harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

4. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.


PRINSIP ETIKA PROFESI


1. TANGGUNG JAWAB.
    - Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
    - Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

2. KEADILAN.
    Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

3. OTONOMI.
    Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional  memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.


SYARAT SUATU PROFESI

1)      Melibatkan kegiatan intelektual.   
2)      Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.  
3)      Memerlukan persiapan yang profesional & bukan sekedar latihan.
4)      Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5)      Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
6)      Mementingkan layanan di atas kepentingan pribadi.
7)      Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8)      Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

PERANAN ETIKA DALAM PROFESI


1)      Etika milik setiap kelompok masyarakat        
2)      Masyarakat Profesional       
3)      Para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama. Contoh : mafia peradilan, klinik super mewah.


KODE ETIK PROFESI yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN), Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.            

 TUJUAN KODE ETIK PROFESI

● Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.    
● Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
● Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.           
● Untuk meningkatkan mutu profesi.    
● Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.               
● Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.     
● Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
● Menentukan baku standarnya sendiri.              


FUNGSI KODE ETIK PROFESI

1)      Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip  profesionalitas yang digariskan.
2)      Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan.
3)      Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.



Read More

TERMINOLOGI ETIKA




TERMINOLOGI ETIKA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ETIKA adalah :
• Ilmu tentang apa yang baik & buruk, tentang hak & kewajiban moral.
• Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat
Dari asal usul kata, ETIKA berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat istiadat / kebiasaan yang baik. Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ETIKA adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.


MORAL

Sony Keraf mengatakan bahwa MORALITAS adalah sistem tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia.
MORALITAS menekankan, “ inilah cara anda melakukan sesuatu”
ETIKA lebih kepada, “mengapa untuk melakukan sesuatu itu harus menggunakan cara tersebut ?

Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika

• Kebutuhan individu
  Korupsi  -----   alasan ekonomi
• Tidak ada pedoman
   Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan
•  Perilaku dan kebiasaan individu
   Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
•  Lingkungan tidak etis
   Pengaruh dari komunitas
•  Perilaku orang yang ditiru
   Efek primordialisme yang kebablasan


Sanksi Pelanggaran Etika

•   Sanksi Sosial
    Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
•   Sanksi Hukum
    Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum   Pidana menempati prioritas utama,   
    diikuti oleh Hukum Perdata.

 
Etika & Teknologi

• Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia  untuk memudahkan pekerjaannya.
• Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami. (otomatisasi mesin refleks/kewaspadaan melambat )
• Cara orang berkomunikasi, by email or by surat, membawa perubahan signifikan, dalam sapaan/tuturkata.
• Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi  yang “tertunda”
• Emosi (“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam teknologi informasi.

 PENGERTIAN PROFESI

PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup & yang mengandalkan suatu keahlian.

PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.
Seorang Profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian.

PROFESI :
1. Mengandalkan suatu keterampilan / keahlian khusus.
2. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan / kegiatan utama
3. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
4. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

PROFESIONAL :
1. Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
2. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan
3. Hidup dari situ.
4. Bangga akan pekerjaannya.


Read More

Kejahatan KOMPUTER

Kejahatan KOMPUTER

Virus, SPAM, Penyadapan, Carding
Denial of Services (DoS) / melumpuhkan target


VIRUS KOMPUTER

Virus Komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke selmakhlukhidup.
Virus Komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Contoh Virus Wannacry


SPAM

Spam atau bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
Bentuk spam yang dikenal secara umum meliputi : spam suratelektronik, spam pesaninstan, spam Usenet newsgroup, spam mesinpencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam wiki, spam iklanbaris dan spam jejaringsosial.
Beberapa contoh lain dari spam, yaitu pos-el berisi iklan, surat masa singkat (SMS) pada telepongenggam, berita dalam suatu forum kelompok warta berisi promosi barang yang tidak terkait dengan kegiatan kelompok warta tersebut, spamdexing yang menguasai suatu mesinpencari (search engine) untuk mencari popularitas bagi suatu URL tertentu, berita yang tak berguna dan masuk dalam blog, buku tamu situs web, Transmisi faks, iklan televisi & spam jaringan berbagi


PENYADAPAN KOMPUTER

Kejahatan PENYADAPAN lewat komputer atau PC, yang mana sasarannya adalah untuk mecuri data penting yg berhubungan dengan "online banking, money transfer, transaksi kartu kredit, online booking, rahasia perusahaan.
Periksalah bagian belakang dari komputer yg akan anda gunakan, apakah anda menemukan "Device" (alat) seperti gambar dibawah ini ?

Jika ya, maka jangan menggunakan komputer tersebut !!!
Additional Adapter (adaptor tambahan)
Device atau adaptor tambahan tersebut dipasang pada bagian ujung dari kabel keyboard yang kemudian dihubungkan pada CPU komputer, sehingga alat ini dapat menyimpan semua data yg terketik lewat keyboard.
Mengingat bahayanya, kemungkinan besar lokasi penggunaan alat penyadap ini adalah di warnet, pusat eksebisi/pameran, hotel, fasilitas internet gratis di bandara atau airport, dsb.

Untuk itu waspada dan berhati2lah jika menggunakan internet di tempat2 seperti itu jika anda ingin mengecek rekening bank online anda, transaksi kartu kredit atau booking online. Karena setelah anda selesai mengguna kannya, akan mudah bagi si penyadap untuk membuka kembali nomor rekening bank anda, dikarenakan semua data yang telah anda ketik akan tersimpan dalam "black device atau alat penyadap" tersebut.


CARDING (Penipuan Kartu Kredit)

Carding adalah istilah yang digunakan untuk pencurian dan penipuan yang dilakukan menggunakan kartu kredit atau mekanisme pembayaran yang sama sebagai sumber penipuan dana dalam suatu transaksi.
Tujuannya mungkin untuk memperoleh barang tanpa membayar, atau untuk memperoleh dana yang tidak sah dari account. penipuan kartu kredit juga merupakan tambahan bagi pencurian identitas
Carding adalah istilah yang digunakan untuk proses untuk memverifikasi keabsahan data kartu dicuri. Pencuri menyajikan informasi kartu pada situs Web yang memiliki pemrosesan transaksi real-time.
Jika kartu tersebut berhasil diproses, si pencuri tahu bahwa kartu masih bagus. Item yang khusus dibeli tidak material, dan pencuri tidak perlu membeli suatu produk yang sebenarnya; berlangganan situs Web atau sumbangan amal akan cukup.
Pembelian tersebut biasanya untuk jumlah uang yang kecil, baik untuk menghindari penggunaan batas kartu kredit, dan juga untuk menghindari menarik perhatian penerbit kartu. Sebuah website yang dikenal rentang terhadap carding dikenal sebagai website cardable.


SERANGAN DoS (denial-of-service attacks)

adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk men cegah akses seorang pengguna terhadap system atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, sebagai berikut :
1. Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
2. Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
3. Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.


Read More